Banyak Manfaat! Ini 5 Tips Memilih Lemari Pakaian Anak

Memilih lemari pakaian anak memang gampang-gampang susah. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Desain yang menarik menjadi poin penting. Namun, lemari pakaian anak juga harus fokus terhadap keamanan, ukuran, fungsi, dan bahan yang digunakan.

Memilih lemari pakaian anak yang tepat dapat membantu tumbuh kembang si buah hati
Ukuran Lemari Pakaian Anak Yang Ideal

Dengan memiliki lemari pakaian sendiri, banyak manfaat yang diperoleh si kecil. Salah Satunya, mereka akan belajar disiplin menata pakaian sendiri. Kalau sudah begitu, Bunda pasti bangga dan senang. Yuk ikuti tips memilih lemari pakaian anak berikut ini.


1. Ukuran Lemari Pakaian Anak Yang Seimbang

Sebelum membeli, Bunda dapat memperkirakan luas kamar tidur si kecil. Kalau kurang yakin, Bunda dapat mengambil meteran. Setelah itu, ukur area dimana lemari pakaian akan diletakkan. Ukuran yang dimaksud mencakup panjang, lebar, dan tinggi.

Pastikan letaknya mudah dijangkau oleh si kecil. Juga tidak membatasi ruang gerak anak. Mungkin Bunda akan berpikir lebih baik membeli lemari pakaian anak yang besar. Agar seluruh pakaian mereka bisa masuk. Namun, hal itu tidak boleh menjadi pertimbangan utama ya, Bun. Jangan sampai kehadiran lemari pakaian akan membuat anak merasa sempit di kamar tidur. Kenyamanan anak tetap menjadi prioritas utama.

Ukuran lemari pakaian anak juga dapat disesuaikan dengan usia anak. Jika anak masih balita, sebaiknya lemari pakaian yang dipilih tidak terlalu tinggi. Kalau anak usia sekolah, Bunda dapat memilih lemari pakaian yang mudah dijangkau si kecil. Jangan terlalu tinggi, jangan pula terlalu rendah. Jika ingin mengambil pakaian, si kecil dapat melakukannya dengan mudah, tanpa harus naik kursi terlebih dulu. Alih-alih membuat nyaman, hal tersebut malah akan membahayakan si kecil.

2. Bahan Yang Aman

Anak-anak suka bermain. Berlarian dari satu tempat ke tempat lain menjadi hal yang wajar. Karena itu, sangat penting memilih bahan lemari pakaian anak yang aman. Untuk itu, disarankan menghindari bahan-bahan keras dan berbahaya, misalnya kaca dan aluminium.

Meskipun didesain kuat, tetap saja dua bahan itu berisiko membuat anak terluka. Lebih baik Bunda memilih lemari pakaian anak berbahan kayu maupun plastik. Dua jenis bahan itu pastinya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Bahan kayu yang lebih tahan lama dan kuat. Sementara bahan plastik yang lebih ringan dan fleksibel dipindahkan kemana-mana. Apapun pilihan Bunda, pastikan juga soal keawetan dan cara perawatannya. Pertimbangkan apakah lemari pakaian ini akan digunakan dalam jangka panjang atau tidak. Sebab, pastinya Bunda perlu meng-upgrade lemari pakaian sesuai dengan kebutuhan dan usia anak.


3. Fungsional Sesuai Kebutuhan Anak

Saat memilih desain lemari pakaian anak, pertimbangkan setiap kebutuhan mereka. Sebaiknya Bunda memilih lemari pakaian yang fungsional. Tidak hanya pakaian, lemari pakaian anak juga dapat digunakan sebagai tempat menyimpan mainan. Apalagi nih si kecil tidak dapat dilepaskan dengan mainan.

Sebab itu, pilihlah lemari pakaian yang memiliki banyak ruang penyimpanan. Kebutuhan itu diwujudkan di Lemari Pakaian Happy Kitty LP 202. Ada ruang gantung yang dapat digunakan menyimpan jaket dan seragam anak. Ada juga ruang dengan akses tarik yang mudah, untuk menyimpan mainan dan aksesoris anak, seperti tas, topi, kaos kaki, dan lainnya.


4. Motif Dan Warna Favorit Anak

Setiap anak memiliki karakter idola masing-masing. Bunda dapat menggunakan memperhatikan hal tersebut dalam memilih lemari pakaian anak. Misalnya, si kecil suka dengan karakter racing. Nah, Bunda dapat membeli lemari pakaian yang memiliki Moto Racing, seperti milik produk Activ Moto Racing LP 202.

Lemari pakaian anak dilengkapi dengan berbagai macam gambar karakter favorit anak dapat menarik perhatian
Karakter Favorit Anak Pada Desain Lemari Pakaian

Begitu juga pemilihan warna lemari pakaian anak. Jika anak laki-laki, warna yang sesuai adalah biru. Sebaliknya anak perempuan identik dengan warna pink. Dengan begitu, anak-anak semakin senang dan semangat merapikan pakaian dan mainan sendiri.

Selain itu, Bunda juga dapat menyesuaikan warna dan motif lemari pakaian anak dengan gaya ruangan. Lebih baik jika selaras, sehingga anak semakin betah dan nyaman di kamar tidur. Lemari pakaian dengan banyak warna, paling cocok dengan dinding warna solid. Bunda tidak perlu memaksakan membeli warna tertentu. Jika itu memang tidak cocok dengan warna cat kamar si kecil. Untuk menciptakan suasana tenang, batasi jumlah furniture yang sangat berwarna-warni.

Kalau masih bingung, Bunda dapat meminta pendapat si kecil terkait lemari pakaian yang akan dibeli. Tunjukkan saja beberapa pilihan yang tersedia dan biarkan si kecil memilih sendiri. Apalagi saat ini semakin banyak lemari pakain anak dengan motif dan warna beragam.